Mengatasi Malas Ibadah

Pertanyaan:

Assalamu\’alaikum w. w.

Saya ingin meminta nasehat bagaimana cara untuk mengatasi kemalasan dalam melaksanakan ibadah. Sebab dulu pada saat saya masih kuliah, alhamdulillah saya rajin beribadah bahkan pada saat itu saya dipercaya oleh pihak kampus untuk menjadi ketua ta\’mir masjid kampus. tetapi setelah mendapatkan pekerjaan yang sampai saat ini telah saya jalani selama 3 tahun, motivasi saya untuk rajin beribadah jadi agak berkurang, dan saya takut terjerumus dalam menjadi orang yang dholim, karena godaan untuk melakukan dosa sangat besar. sebelumnya, saya ucapkan terima kasih atas nasehatnya.

Wassalamu\’alaikum W. W.

– andika

Jawab:

Wa’alaikumussalam Wr.Wb.

Alhamdulillah, wash-shalaatu wassalaamu ‘alaa Rasulillah, wa ba’du: Langsung saja, berikut ini kami sampaikan beberapa hal yang harus menjadi bahan renungan Anda, dan mudah-mudahan menjadi sarana penghapus kemalasan dan pembangkit semangat kembali untuk tetap menjadi hamba Allah yang shalih:

  1. Pertama kali yang harus Anda lakukan adalah melakukan muhasabah dan introspeksi diri, agar Anda sendiri secara langsung mengetahui dan menyadari celah-celah dan faktor-faktor penyebab kemalasan yang Anda alami saat ini. Ini sangat penting, karena jika Anda sendiri yang secara langsung mengetahui dan menyadari celah-celah kekurangan dan faktor-faktor penyebab kelemahan itu, maka biasanya semangat untuk bangkit dan memperbaiki diri akan lebih baik dan lebih kuat. Coba misalnya Anda renungkan dan bandingkan antara situasi dan kondisi dulu saat Anda semangat dengan situasi dan kondisi saat ini dimana Anda mengalami kemalasan.Dan temukanlah faktor-faktor penyemangat yang dulu ada dan mungkin sekarang tidak ada lagi, atau setidaknya telah berkurang.
  2. Kondisi lemah dan malas beribadah dan taat pasti terkait erat dengan melemah dan menurunnya tingkat serta kualitas keimanan di dalam hati dan jiwa. Maka lakukanlah upaya-upaya yang akan memupuk, menyuburkan dan membesarkan iman itu kembali.
  3. Dan di antara faktor pelemah iman dan penghilang semangat untuk taat beribadah yang paling utama adalah keberadaan seseorang di lingkungan yang tidak kondusif. Maka upayakan selalu berada di lingkungan yang kondusif bagi ketaatan dan ibadah, dan sebisa mungkin jangan pernah jauh-jauh dari komunitas pertemanan dan persahabatan di antara orang-orang shalih. Karena kondisi dan keadaan seseorang itu sangat ditentukan oleh kondisi dan keadaan teman, lingkungan dan komunitasnya. Jika teman, lingkungan dan komunitas seseorang itu baik dan shalih, maka iapun akan terpengaruh dan menjadi orang yang baik dan shalih pula. Tapi sebaliknya jika teman, lingkungan dan komunitasnya buruk dan jahat, maka tentu iapun akan terpengaruh oleh keburukan dan kejahatannya itu. Jika seseorang berteman dan berada di lingkungan orang-orang yang memiliki semangat ibadah tinggi, maka iapun akan selalu bersemangat dalam ibadah. Tapi jika ia berteman dan berada di tengah orang-orang yang malas beribadah, maka iapun akan terpengaruh dan terjangkiti penyakit malas beribadah pula. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya): “Seseorang itu akan mengikuti agama (dan kebiasaan) sahabat akrabnya. Maka hendaklah ia memperhatikan benar dengan siapa ia bersahabat akrab” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Al-Baihaqi dan lain-lain).
  4. Jauhkan diri dari kemaksiatan, baik kemaksiatan hati, pikiran, perasaan, kemaksiatan mata, telinga, mulut, tangan, kaki dan serterusnya. Karena setiap kemaksiatan akan mengotori hati, melemahkan iman, meredupkan semangat, dan menghilangkan kestabilan jiwa.
  5. Sering-seringlah bermunajat dan memohon petunjuk kepada Allah, misalnya dengan do’a: “Yaa Muqallibal-quluub, tsabbit qalbii ‘alaa diinik” (Wahai Dzat Yang Membolak balikkan hati, teguhkanlah hatiku agar tetap berada di atas agama-Mu), dan do’a-do’a serupa lainnya. Begitu pula perbanyaklah istighfar memohon ampunan dari Allah. Karena tobat dan istighfar itu akan menenangkan hati, menyucikan jiwa dan mencerahkan kalbu. Lalu satu lagi jangan lupa ber-ta’awwudz memohon perlindungan kepada Allah dari godaan dan gangguan syetan yang terkutuk, khususnya saat penyakit malas beribadah itu sedang menyerang. Karena kemalasan itu memang dari syetan.

Akhirnya, kami turut berdo’a semoga hidayah, taufiq, rahmat dan  maghfirah Allah senantiasa mengiringi langkah-langkah hidup Anda dan juga kita semua. Aamiin.Wal-Lahul Muwaffiq wal-Haadii ilaa sawaa-issabiil.

Tinggalkan komentar

Filed under Konsultasi, Sholat

Berbagi Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s